webdivi.space




Film bioskop 99 cahaya dilangit eropa

Gak heran Geert Wilder politikus di Belanda berniat mendeportasi imigran Indonesia yang muslim. Saya hanya bisa menghela nafas, seolah-olah penulis tidak up to date dengan current issues di Eropa. Tahun , terjadi pembantaian di pulau Utoya, Norwegia, alasan si penembak, karena dia benci dengan muslim yang semakin banyak di Eropa, dan mereka berniat mengubah Eropa menjadi islam.

Ingat, kita dinegara orang, harusnya kita yang menyesuaikan diri, bukan tuan rumah yang menuruti mau kita. Terdengar seperti ucapan dari super moral person. View all comments. Nov 30, Arini Rusda rated it it was amazing. Apa yang muncul dalam pikiranmu ketika seseorang mengatakan Andalusia? Buku ini bener-bener bikin nagih untuk segera diselesaikan! Buku ini membawa kita jadi ikutan excited dengan bagaimana pengaruh Islam di masa jayanya yang membawa cahaya di era kegelapan Eropa, juga ikutan mencelos membayangkan sebuah masjid besar yang menjadi saksi kejayaan Islam pada masanya telah beralih fungsi menjadi ger Apa yang muncul dalam pikiranmu ketika seseorang mengatakan Andalusia?

Buku ini membawa kita jadi ikutan excited dengan bagaimana pengaruh Islam di masa jayanya yang membawa cahaya di era kegelapan Eropa, juga ikutan mencelos membayangkan sebuah masjid besar yang menjadi saksi kejayaan Islam pada masanya telah beralih fungsi menjadi gereja. Buku ini memotivasi kita tentang pentingnya untuk menjadi agen muslim yang baik dimana pun kita berada. Terang saja, karena dunia ini sudah terlalu banyak agen muslim gadungan yang membajak nama agama dengan teror dan penghasutan.

Sekarang ini dibutuhkan mendesak agen muslim yang menebar kebaikan dan sikap positif. Yang kuat menahan diri, mengalah bukan karena kalah, tetapi mengalah karena sudah memetik kemenangan hakiki. A very highly recommended book! View all 10 comments. Aug 10, Amanda Sastri rated it it was amazing Shelves: Gw masih ga bisa berkata-kata. Kok bisa?! Yeps, kok bisa apa?! Baiklah, gw akan sharing.

Lucu, lucu bagaimana sebelum Ramadhan ini gw ditemukan sama sebuah kejadian yang membuat gw ga bisa berhenti menyalahkan diri sendiri karena gw ngerasa gw bodoh sekali. Terus karena kejadian itu gw langsung bertekad untuk mengkhusyukan diri pada Bulan Ramadhan tahun ini. Alasan lain, tiga tahun ke be Wow. But, sekarang udah nyaris selese, gw masih ngerasa gw belum melakukannya dengan benar. Tahun ini gw bertekad untuk i'tikaf, sampe akhirnya Belum ditakdirin kali untuk i'tikaf.

Itu satu, yang kedua Ok lah Islam itu kepercayaan sempurna, but? Dan setelah itu gw nanya ke mama, jawaban mama juga masih belum buat gw puas. Terus pas gw bukber bareng Wimba dan Gilang, gw diskusi ma mereka, dan tetep aja ada yang kurang. Dan kadang pertanyaan itu masih gw tanyain ke coworkers gw, tetep aja masih kurang. Sampe akhirnya gw mikir simple, so simple saja lah, terima aja deh. And then Gw marah-marah sama diri gw sendiri dan gw inget otak gw membatin It was like Lucunya lagi kemaren-kemaren mama bilang gini, "Kamu akan terkaget-kaget dengan kekuatan pikiranmu.

Ok, gw ga akan mengkultuskan lah, tapi gw ngerasa ini kayak And riiiiggghhhtttt, this book is sooo mee. Seakan hati gw ditambatkan dalam keyakinan gw itu semakin dalam. Dan pertanyaan seputar bagaimana Barat yang terus maju, bagaimana kita harus bersikap pada para agnostik dan atheist, terus bagaimana harus bersikap dengan para non-Muslim, soal perbedaan, soal pemaknaan tentang Islam Ya Allah, gw masih ga percaya bok. Yeps, barusan gw suruh temen gw ini baca.

Entah deh dia bakalan baca atau engga, dia pernah bilang soal not forcing anyone with your own faith, so I won't force him. Tapi gw berharap dia bakalan baca juga. Karena itu kan inti dari buku ini, Bacalah! Jika semua Muslim berpikir seperti itu, menelaah kehidupan dan memaknai setiap sisinya, kejayaan Islam itu akan bangkit lagi.

Then I realize something juga lho, gw sebenernya lebih mudah terguncang sama buku begini daripada baca Al-Qur'an. Dan itu buat gw sadar, sebenernya kalau gw memaknai Al-Qur'an dengan lebih, goncangan yang gw dapatkan akan lebih dari ini. So I will start to read Al-Qur'an dan memaknainya. Aug 14, Hanum Rais rated it it was amazing.

This is my second book Why I have to star this five stars? Cos this book at some points also gives me shocking facts about Islam in Euroland This will make you prouder and more firm that there's no other pride in this life but being a real muslim! View all 3 comments. Buku yang "lumayan". Sudah lama rasanya tidak baca novel Indonesia yang cukup informatif dan buku ini masuk lah dalam kategori novel informatif. Sayangnya, penulis buku ini tidak mengakui kalau mereka menulis sebuah karya fiksi.

Kalau penulis buku ini memaksa untuk memasukkan karnyany Buku yang "lumayan". Kalau penulis buku ini memaksa untuk memasukkan karnyanya ke dalam buku non-fiksi, saya tarik lagi dua bintang yang saya berikan sebagai penilaian saya ini. Kalau buku ini masuk ke dalam kategori buku non-fiksi, menurut saya buku ini hanya pantas mendapat satu bintang yang artinya: Intinya, penilaian saya akan buku ini berdasar atas asumsi saya bahwa buku ini adalah sebuah karya fiksi berupa novel.

Secara garis besar, menurut saya penulisan buku ini bagus. Tidak seperti novel-novel islami lainnya, terlihat bahwa penulis memang bekerja sebagai penulis dan sudah terbiasa menulis. Kalimat-kalimatnya tidak canggung dan cukup mengalir.

Selain itu, beberapa fakta yang diungkap di buku ini, seperti yang saya bilang, informatif. Seperti contohnya cerita soal jalur kemenangan di Paris yang dibangun setelah Napoleon Bonaparte menang perang. Banyak orang Indonesia yang tidak tahu fakta tersebut, sehingga sangat informatif. Sayangnya, cerita-cerita tentang Islam yang di'temukan' di Louvre atau di tempat-tempat lain itu banyak yang tidak jelas sumbernya dan bukan pengetahuan umum yang kebanyakan orang tahu.

Saat membaca bagian-bagian yang janggal mengenai cerita-cerita islami tersebut, saya jadi berpikir, seberapa banyak karya Dan Brown menginspirasi si penulis buku ini? Apakah tujuannya ingin menumpang keberhasilan karya Dan Brown? Bedanya, Dan Brown dengan tegas mengatakan bahwa karyanya adalah karya fiksi, sebuah novel, walaupun banyak orang yang memperdebatkan bahwa apa yang ditulis olehnya itu adalah kisah nyata.

Hal lain yang juga sangat mengganggu saya, terutama bila si penulis memaksakan bahwa karyanya ini adalah karya non-fiksi, adalah berbagai macam drama yang diselipkan dengan berbagai cara. Maksa shalat di Mezquita di Cordoba lah, menangisi lukisan seorang panglima Turki di museum lah, dan masih banyak lagi. Ada adegan-adegan drama begini dan masih mau mengaku kalau ini karya non-fiksi? Coba deh pikir sekali lagi.

Deskripsi situasi dan tempat-tempat yang digambarkan di buku ini cukup bagus. Bisa lah membantu orang-orang Indonesia yang belum pernah ke Eropa untuk membayangkan bagaimana situasi dan kondisi Eropa. Tapi ya itu tadi, kalau tidak lebay , pasti akan jauh lebih bagus.

Setelah saya selesai membaca buku ini, akhirnya saya memutuskan bahwa memang selera saya akan buku-buku bagus saja yang 'ketinggian'. Saat saya menutup buku ini, pikiran saya langsung terbang ke dua sinetron 'bernuansa islami' yang diputar di RCTI setiap malam, yang juga kesukaan mama saya. Dua sinetron tersebut tidak memiliki inti cerita apa-apa dan sangat digemari oleh banyak sekali penduduk Indonesia. Sama saja dengan buku ini: Saya jadi menyimpulkan bahwa buku ini bisa laris manis karena penulis mengerti betul pasar pembaca Indonesia, yang perlu disajikan hanya karya yang gak pake mikir, dan saya salut akan hal itu.

Saya jadi ingin bisa menulis seperti itu, mengerti pasar, jadi bisa dapat banyak uang, kemudian bukunya dijadikan film, sehingga bisa dapat makin banyak uang. Terakhir, ada satu hal yang sungguh sangat menggelitik pikiran saya sejak awal saya membaca buku ini.

Ini penulisnya umur berapa sih? Saya seperti membaca tulisan sambil menyelami pemikiran orang tua saya. Ketakutan akan makanan haram tapi protes kalau dikasih makanan vegetarian, tidak berpikiran terbuka saat mengobrol dengan orang ateis malah berusaha berkhutbah, ketakutan sama orang-orang penyuka sesama jenis, dan lain-lain.

Ini penulisnya berusaha beradaptasi dengan kehidupan di Eropa gak sih selama tinggal disana 3 tahun itu? Kok malah udah tinggal di luar negeri selama lebih dari 3 tahun tapi makin gak terbuka wawasannya dan rasa empatinya? Menurut saya sih sungguh sayang sekali kalau hal ini benar-benar terjadi pada si penulis. Tapi kembali lagi ke asumsi saya diawal, mungkin kesan 'close-minded'-nya si penulis saya dapatkan ini hanyalah hasil karya si penulis sendiri - toh, buku ini kan buku fiksi, jadi saya tidak boleh percaya apa-apa yang ada di dalamnya.

Secara garis besar, buku ini pantas dibaca oleh orang-orang yang kurang berpendidikan dan kurang piknik. Bagi orang-orang yang berpendidikan, yah kalau mau hiburan seperti nonton sinetron sekali-kali, silakan coba deh. View all 7 comments. Aug 02, Rahmadiyanti rated it really liked it Shelves: Dalam lintasan sejarah, selalu ada sekelompok manusia yang merasa lebih baik, lebih unggul, lebih superior dari manusia lain, yang kemudian melahirkan istilah rasisme.

Rasisme juga yang jadi salah satu faktor pendorong diskriminasi, kekerasan sosial, bahkan yang lebih parah: Sebut misalnya yang dilakukan Julius Caesar terhadap bangsa Helvetia. Bangsa Anglo Saxon terhadap suku Keltik. Nazi terhadap kaum Yahudi dan Sl Dalam lintasan sejarah, selalu ada sekelompok manusia yang merasa lebih baik, lebih unggul, lebih superior dari manusia lain, yang kemudian melahirkan istilah rasisme. Nazi terhadap kaum Yahudi dan Slavia. Khmer Merah terhadap rakyat Kamboja.

Tanpa bermaksud menafikan rasisme yang juga banyak terjadi pada agama lain, sepertinya abad ini Islam dan kaum muslim menjadi sorotan utama dan dalam banyak kasus mengalami berbagai diskriminasi. Peristiwa tampaknya kejadian ini harus selalu disebut seperti menjadi faktor penguat Islam vis a vis Barat baca Amerika dan Eropa. Meski kecurigaan-kecurigaan selalu ada di kedua belah pihak, banyak pihak berusaha mengubah stigma "berhadap-hadapan" tersebut, menjadi stigma "saling menguatkan" kutipan endorsement Anies Baswedan.

Salah satunya buku ini. Bertutur gaya fiksi, dengan bernas--dan dalam banyak sisi menguras emosi--penulis menyampaikan jejak dan pertautan Islam dengan Eropa melalui perjalanannya menapaki beberapa kota di Eropa, antara lain; Wina, Paris, Cordoba, Granada, dan Istanbul. Sekali duduk saja saya membaca buku setebal hampir halaman ini. Penuturan penulis sangat lancar, tak bergenit diksi, tapi tetap meninggalkan rasa sastra yang cukup dalam.

Pesan-pesan bertaburan, tapi tersampaikan dengan cantik. Tentang peradaban Islam yang pernah memukau, tentang keagungan tokoh-tokoh muslim masa lalu--sekaligus kesalahan besar yang pernah dilakukan, juga tentang "kekalahan" kaum muslim. Melalui tokoh Fatma misalnya, penulis menyampaikan pesan dakwah yang cantik, membalas perlakukan buruk non muslim dengan kebaikan.

Jujur saya iri dengan Fatma, muslimah "biasa" imigran dari Turki yang dengan cerdas menjadi agen Islam. Melalui tokoh Marion, kita diajak menelusuri "rahasia-rahasia" yang mungkin tak banyak kita ketahui dari Museum Louvre dan Arc de Triomphe yang berkenaan dengan Islam. Melalui Der Wiener Deewan, sebuah restoran berkonsep All you can eat, pay as wish di Wina, kita diajak menyelami makna ikhlas.

Dan masih banyak keping-keping perjalanan penulis yang akan menyadarkan kita, betapa Islam begitu mulia, begitu agung, tapi seringkali umatnya lah yang membuat jelek imej Islam. Seperti kisah Kara Mustafa Pasha, yang disampaikan dengan begitu menyayat hati.

Setelah Selimut Debu dan Garis Batas , buku ini adalah buku traveling tak biasa yang saya suka. Semoga lekas hadir buku berikutnya dari penulis: View all 8 comments. May 20, Amalia Shalihah rated it really liked it. Buku ini benar-benar mampu menyeret anda kedalam kemasyuran Eropa dari sudut pandang baru. Eropa yang biasanya identik dengan paris, roma beserta ikon kebesarannya.

Tapi pernahkah anda mendengar Cordoba! Mungkin tempat-tempat ini hanya pernah anda dengar dari pelajaran sejarah di bangku sekolah dulu, ya sejarah islam. Buku ini menapak tilas kejayaan islam di Eropa melalui kunjungan sang tokoh utama ke tempat bersejarah tersebut. Penuturan mendetail mengenai suasana perjalanan, deskrips Buku ini benar-benar mampu menyeret anda kedalam kemasyuran Eropa dari sudut pandang baru.

Penuturan mendetail mengenai suasana perjalanan, deskripsi arsitektur dan alur sejarah benar-benar membuat anda seakan berada disana! Intinya buku ini menceritakan banyak pemikiran mengenai islam yang seharusnya berjihad dengan cara menyebar intelektualitas bukan dengan jalan saling menumpahkan darah. Gaya bahasa yang lugas mengenai sudut pandang penulis terhadap kemasyuran islam patut diacungi jempol.

Namun asumsi-asumsi yang diceritakan saya harap ada bukti konkretnya, seperti benarkah napoleon bonaparte itu seorang muslim? Atau benarkah kaligrafi arab yang terpasang pada mantel raja roger? View 2 comments.

Mar 21, Andrea Ika rated it really liked it. Perjalanan bukan sekedar menikmati keindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Perjalanan bukan sekedar mengagumi dan menemukan tempat2 unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Banyak di antara umat Islam kini yang tidak lagi mengenali sejarah kebesaran Islam pada masa lalu.

Tidak banyak yang tahu bahwa luas teritori kekhalifahan Umayyah hampir 2 kali lebih besar daripada wilayah Kekaisaran Roma di bawah Julius Caesar. Tidak banyak yang tahu pula bahwa peradaban Islam-lah yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles, Plato, dan Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat ini.

Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Spanyol, pernah menjadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati. Pertama, Juli Tebal: Di buku ini diceritakan mengenai tempat2 bersejarah Islam di 4 Kota. Di setiap tempat yang dikunjungi, penulis menyisipkan sisipan sejarah kebudayaan Islam di tempat tersebut.

Kuliner yang terkenal di Eropa yang ada hubungannya dengan Islam juga dibahas di buku ini. Katanya, asal roti Croissant bukanlah dari Prancis, melainkan diciptakan di Wina untuk merayakan kekalahan pasukan Turki. Cappucino konon juga bukan berasal dari Italia, melainkan dari biji-biji kopi Turki yang tertinggal di medan perang Pertempuran Wina. Kelebihan Cerita dalam buku ini dikemas apik sehingga para pembaca mampu membayangkan apa yang dilihat oleh Hanum dan Rangga ketika mereka berada di Eropa.

Dalam buku ini diuraikan pula bukti-bukti kejayaan Islam yang tertuang secara detail mulai dari bangunan, lukisan Kara Mustafa Pasha hingga mantel Raja Roger II yang berkaligrafi arab sehingga tidak terbantahkan bahwa Islam pernah cahaya di langit Eropa. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari buku ini. Mulai dari misi menjadi agen muslim yang baik, membuktikan bahwa Islam adalah rahmat untuk alam semesta hingga pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan agama seharusnya saling mendukung dan bukan dipertentangkan.

Kita diajarkan bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan jalan damai. Tidak peduli kita berada dipihak yang menang ataupun kalah, yang penting kita bisa bangkit dan bisa mengambil pelajaran dari masa lalu. Kekurangan saya merasa cara bercerita Hanum menjadi agak monoton ketika memasuki cerita Cordoba dan Istanbul. Reading level: Aug 31, Nabila Budayana rated it it was amazing Shelves: Saya putuskan 5 bintang untuk 99 Cahaya Di Langit Eropa.

Dari halaman-halaman awal buku ini sudah memikat, bahkan sampai halaman terakhir sekalipun. Awalnya saya tidak mengira isinya akan sebagus ini, mengingat saya yang suka kurang peduli dengan tulisan-tulisan berbau sejarah.

Namun ternyata saya salah besar. Buku ini keren sekali! Menceritakan bagaimana perjalanan penulis ke berbagai negara di Eropa untuk menemukan eksistensi Islam pada masa kejayaannya di sana. Totally, merubah persepsi saya tentang Eropa yang jauh dari kesan Islami. Nyatanya, dulu justru peradaban Islam sangat kental di benua ini. Pernik-pernik fakta menarik yang tidak semua orang tahu menjadi nilai tambah. Penulis juga memberikan nilai-nilai moral yang dapat menggiring pembaca kepada perspektif baru akan suatu kepercayaan dan perbedaan.

Ketulusan penulis untuk membagikan experiences nya saya yakin akan mengingatkan dan menumbuhkan kembali rasa bangga menjadi seorang Muslim dan betapa indahnya agama Islam disaat persepsi-persepsi negatif bermunculan. Oct 30, ijul yuliyono rated it really liked it Shelves: Melacak jejak Islam di Eropa Sebagian teman, termasuk saya, masih mencantumkan Eropa dalam daftar tempat yang menjadi tempat favorit tujuan traveling.

Tidak sekadar traveling, Eropa juga menjadi salah satu tempat yang paling diincar ketika ada tawaran beasiswa belajar di luar negeri. Tentu, dengan segudang alasan masing-masing. Bagi saya, simple saja, saya ingin merasakan nuansa Harry Potter-nya. Saya ingin ke stasiun King's Cross di London, hahahaha Buku 99 Cahaya di Langit Eropa karya pasanga Melacak jejak Islam di Eropa Sebagian teman, termasuk saya, masih mencantumkan Eropa dalam daftar tempat yang menjadi tempat favorit tujuan traveling.

Memang ada sepenggal nuansa fiksi di bagian overture, namun ke belakang ini tampak non-fiksi banget bagi saya. Memang sih, buku ini terasa sekali nuansa novelisasinya, tapi bahkan si penulisnya sendiri bilang bahwa buku ini merupakan sekelumit catatan perjalanannya di Eropa dalam napak-tilas kedigdayaan Islam di masa silam. Jadi, label tersebut saya rasa kurang pas untuk disematkan pada buku ini.

Gaya penulisannya bagus. Diksinya juga pas. Singkatnya, buku ini enak untuk dibaca. Jarang saya temukan bagian-bagian yang membuat saya mogok karena kalimat yang sulit dicerna atau janggal. Persoalan saya yang terlalu lama menyelesaikan baca, itu murni kemalasan saya, hahaha. Ternyata kisahnya hanya terjadi di empat kota di empat negara berbeda yang mungkin pernah kita dengar sewaktu pelajaran sejarah Islam di sekolahan dulu. Ahhh, harusnya ndak boleh protes, lha wong di sampulnya sudah jelas kok.

Cuman ada empat gedung bersejarah yang ada di empat tempat tersebut. Jujur, pada beberapa bagian saya ikut merinding membacanya. Saya benar-benar serasa digiring untuk ikut larut bersama perasaan Hanum dan Rangga ketika berkunjung pada tiap-tiap situs bersejarah Islam yang dikunjungi oleh mereka, dan mau tak mau membuat saya menjadi bercita-cita untuk dapat turut serta berkunjung ke sana.

Semoga saja ada kesempatan yang digariskan dalam buku takdir saya. Termasuk ke Mekkah. Sebagaimana disebut Hanum sebagai titik awal seluruh perjalanan dimulai. Betapa pun sudah menjelajah ke seluruh penjuru dunia, Mekkah selalu menempati posisi teratas dalam daftar tempat yang WAJIB untuk dikunjungi. Saya menyukai buku traveling yang menyajikan begitu banyak warna budaya lokal di masing-masing tempat yang dituju.

Tales from the Road-nya Matatita, Life Traveler-nya Windy Ariestanty, Kedai Mimpi-nya Valiant Budi, adalah sederet buku tentang perjalanan penulisnya yang kaya dengan taburan unsur lokal. Buku ini tak terkecuali, meskipun dari kacamata Hanum, ia memang mencari unsur Islam masa silam yang mungkin masih terselip di tiap tempat yang dikunjunginya.

Ia mengkritisi beberapa hal dan saya bisa memakluminya. Bagian paling kurang penjelasan, bagi saya, adalah overture. Meskipun, begitu kelar membaca, saya dapat menyimpulkan mengenai siapa dan peristiwa apa yang digambarkan dalam overture tersebut. Terlalu terpisah, dan bagi saya, itu tidak bagus.

Sepenggal saja, seperti ini: Bentuknya demikian sederhana, namun begitu sempurna. Tak perlu membuatnya beraneka warna, tak perlu membentuknya aneka rupa. Hitam saja. Kubus saja. Bukankah dalam seni bela diri, sabuk hitam adalah pencapaian paling tinggi? Demikian juga dalam pencapaian gelar akademis; toga berwarna hitam.

Sebut saja Fatma, Marion, Sergio, dan Ranti. Dari merekalah sejatinya perjalanan Hanum dan Rangga menjadi demikian syahdu. Dan, tentu saja, ini tentang napak-tilas sejarah Islam, sehingga unsur religi Islam tak dapat lepas pada setiap langkah pasangan muda ini. Unsur religi inilah yang membuat saya ikut tergetar, di waktu-waktu tertentu. Namun, seperti kata pepatah, sealu tak ada gading yang tak retak.

Setelah terbuai dengan diksi dan gaya penulisan yang menawan, typo justru mulai bertebaran di bagian tengah ke belakang. Seperti yang saya temukan ini: Sampulnya yang setipe dengan Negeri 5 Menara-nya A. Fuadi memang agak mengganggu, tapi saya sendiri menyukai gedung-gedung tinggi sih, so no biggie.

Hmm, saya berharap Hanum bisa menuliskan kisahnya yang lain. Tiga tahun di Eropa, masak cuman di empat negara tersebut, kan? Apalagi ia juga bilang sendiri telah berkunjung ke banyak tempat. Yang terpenting sih, aku suka gaya menulisnya. Selamat membaca. View all 11 comments. Jan 27, Noph rated it it was amazing. Buku adalah jendela dunia. Buku berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa: Buku yang sejak awal kusangsikan mampu bisa membuatku terhanyut ketika membacanya, tapi ternyata aku salah. Dan aku sangat bersyukur telah membelinya minggu lalu dan baru sempat ku baca hari ini.

Jujur saja, aku baru menggapai halaman 95 saat tulisan ini dibuat, entah mengapa tangisku su Buku adalah jendela dunia. Jujur saja, aku baru menggapai halaman 95 saat tulisan ini dibuat, entah mengapa tangisku sudah berderai dan rasanya ingin segera menuangkan opiniku dalam laman ini mengenainya.

Buku yang semakin lama ditiap-tiap halamannya mampu membuat ku tergugah akan arti Islam sesungguhnya. Islam pembawa rahmat bagi kehidupan manusia. Ah kawan, kau juga harus turut membacanya agar mengerti apa yg aku maksud. Bagaimana sang penulis begitu cerdas memadu padankan kata-kata menjadi rentetan kalimat yang mudah dan ringan dibaca, walaupun buku ini banyak sekali menggambarkan sejarah Islam di Eropa pada masa lampau, yang disampaikan melalui bahasa dan percakapan sehari-hari.

Aku sangat haus dengan buku-buku seperti ini. Buku yang mampu membuatku mendalami dan menyelami agamaku dengan kisah-kisah nyata sejarah Islam masa lampau dan kisah nyata manusia — manusianya masa kini tanpa harus berkhotbah dan menggurui panjang lebar yang bisa membuat mengantuk dan bosan. Ingin sekali aku bertemu dengan mereka yang selalu membawa berkah dan kebaikan bagi dunia akhiratku, seperti kisah penulis dalam buku ini. Allah merancang sedemikian indah guratan pengalaman dalam kanvas kehidupan seseorang, bagi siapa saja yang berbudi luhur, memiliki niat dan kemauan untuk menggali agamanya, menunjukkan dan menumbuhkan semangat dengan mempertemuakan mereka dengan hamba-hambaNya yang lain, yang memiliki semangat juang yang sama, berdakwah dalam damai dalam tingkah laku, ucapan dan perbuatan, sesuatu yang konkrit, mempertontokan islam yang sesungguhnya sebagai minoritas namun berkualitas.

Ah kawan Bukan karena terpaksa karena menikah dengan pasangan. Bukan karena mereka mendengarkan ceramah agama Islam yang berat dan tak terjamah oleh pikiran awam manusia. Bukan karena semua itu. Sebagaimana Ezra yang tadinya apatis pada agama, dia jatuh cinta kepada Islam karena pesona umat pemeluknya. Seperti Latife yang selalu mengumbar senyumnya. Seperti Fatma yang membalas perlakuan para turis bule di Kahlenberg dengan traktiran dan memberikan alamat untuk membuka perkenalan.

Seperti Natalie yang percaya restoran ikhlasnya bisa merekahkan kebahagiaan para pelanggan. Saat itu aku yakin, orang-orang ini memahami dan mengerjakan tuntunan Islam secara kafah. Mereka paham bahwa dengan mengucap syahadah, melekat kewajiban sebagai manusia yang harus terus memancarkan cahaya Islam sepanjang zaman dengan keteduhan dan kasih sayang.

Bagiku, orang-orang seperti ini tadinya too good to be true, tapi aku berani berkata: Jan 13, Yuliza rated it it was amazing. Ternyata aku keliru. Setelah membacanya aku menyimpulkan bahwa 99 Cahaya yang dimaksud Hanum mungkin adalah 99 Asmaul Husna. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika aku mondok di pesantren, akupun disuguhi dengan mata pelajaran 99 Cahaya di Langit Eropa 99 CDLE dengan sub tittle "Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa" pada awalnya aku pikir berisi 99 situs bukti kejayaan Islam di Eropa pada masa lampau.

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika aku mondok di pesantren, akupun disuguhi dengan mata pelajaran SKI Sejarah Kebudayaan Islam. Aku ingat bagaimana aku dan teman2ku sering mengeluh susahnya menghapal silsilah para raja baik dari Dinasti Usmaniyah dan Abbasiyah, susahnya menghapal tahun2 dimana peristiwa penaklukan konstantinopel, perang salib, dan kejadian2 lainnya yang terjadi pada masa itu. Itulah sejarah yang diajarkan kepada kami waktu itu. Tapi 99 CDLE ini berbeda. Hanum menyampaikan sejarah dengan cara yang berbeda.

Seperti dongeng pengantar tidur. Tiap bagian cerita baik itu petualangannya di Wina, Paris, Cordoba, Granada, dan Turki dalam mencari bukti akan kejayaan Islam ratusan tahun lalu membekas dalam ingatan. Nonton movie ninety nine cahaya di langit eropa; ninety nine cahaya di langit eropa full movie download; nonton movie ninety nine cahaya dilangit eropa; nonton ninety nine cahaya di langit eropa; Comotin nonton movie bioskop subtitle indonesia free of charge.

On-line movie streaming with indonesia subtitles boruto naruto the film ip man 3 now you see me 2 the gig three Nonton film streaming film on line terbaru subtitle. Nontonfilm77 merupakan situs nonton movie nonton movie on line terbaru bioskop on-line sub indo.

Kamu harus mencoba nonton movie disini. Tercepat replace. Bioskop25 nonton movie online bioskop25 reliable. Nonton video streaming gratis untuk movie, serial, sinetron dan tv show indonesia terbaik. Nonton film 99 cahaya di langit eropa component 2 Nonton ninety nine cahaya di langit eropa component 2 indonesia full film on-line , information film imdb 7. Box office. Similar films. Unbeatable nonton movie bokep barat terbaru. Nonton film video consequences.

Nonton film bioskop, series, drama, film online dengan kualitas hd dan subtitle indonesia. Down load anime, korea, mandarin, jepang gratis. Nonton movie, tv series subtitle indonesia nontonfilm. Nonton film, movie bioskop indonesia terbaru, nonton movie on line free of charge subtitle indonesia, download film on line subtitle indonesia, streaming film sub indo nontonin.

Nonton film ninety nine cahaya di langit eropa element 1 Movie ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis id. Nonton film 99 cahaya di langit eropa unfastened film. Nonton movie 99 cahaya di langit eropa; ninety nine cahaya di langit eropa complete film down load; nonton movie ninety nine cahaya di langit eropa complete film; streaming 99 cahaya di langit. Nonton movie, movie bioskop indonesia terbaru, nonton movie on-line free of charge subtitle indonesia, download movie on line subtitle indonesia, streaming film sub indo.

Nonton film subtitle indonesia nonton. Nonton movie online, nonton cinema movie bioskop online. Nonton streaming movie on-line movie subtitle indonesia down load bioskop container workplace tv collection drama korea jepang thailand android iphone. Bioskop25 nonton movie on-line bioskop25 reputable. Nonton video streaming gratis untuk movie, serial, sinetron dan tv display indonesia terbaik. Nonton film streaming movie on-line terbaru subtitle indonesia.

Nontonfilm77 merupakan situs nonton movie nonton film on-line terbaru bioskop on line sub indo. Kamu harus mencoba nonton film disini. Tercepat replace subtitle indonesia. Nonton movie streaming movie on-line terbaru subtitle. Nontonfilm77 merupakan situs nonton movie nonton movie on-line terbaru bioskop on-line sub indo. Tercepat update. Extra nonton movie motion pictures. Nonton movie streaming film down load korea sub indo. Nonton film bioskop, nonton film, nonton drama, streaming film on-line, subtitle indonesia, movie bioskop terbaru, nonton bioskop on line free of charge.

Nonton movie, serial, sinetron dan tv display on-line gratis. Nonton on-line movie bioskop, streaming film online, subtitle indonesia, film bioskop terbaru, nonton bioskop on-line, kualitas terbaik, gratis, bioskop Nonton movie streaming movie bioskop cinema 21 container workplace. Nonton movie streaming movie bioskop cinema 21 box workplace subtitle indonesia free of charge online download layarkaca21 lk Tv container office cinema21 bioskop terlengkap.

Nonton film, tv collection subtitle indonesia nontonfilm. Nonton movie, film bioskop indonesia terbaru, nonton film on-line gratis subtitle indonesia, download movie on-line subtitle indonesia, streaming movie sub indo nontonin. Nonton film subtitle indonesia. Nonton film bioskop, series, drama, movie on-line dengan kualitas hd dan subtitle indonesia. Download anime, korea, mandarin, jepang gratis. Nonton film online free of charge drama korea terbaru nonton.

Nonton film movie streaming on line gratis subtitle indonesia down load movie drama korea serial tv bioskop 21 west collection. Filmnonton nonton movie bioskop on-line free of charge terbaru. Photo first-rate on backlit movie ready in 24 hours.

Any custom size. Nonton film, tv series subtitle indonesia nontonfilm. Nonton movie bioskop, nonton movie, nonton drama, streaming film on-line, subtitle indonesia, movie bioskop terbaru, nonton bioskop online free of charge.

Partners:

В© 2019 webdivi.space | Sitemap